MANUSIA SEBAGAI
MAKHLUK SOSIAL
(khilmi mustofa)
Manusia membutuhkan kebersamaan dalam
kehidupannya. Allah Subhanahu wa Ta’ala menciptakan manusia beraneka ragam dan
berbeda-beda tingkat sosialnya. Ada yang kuat, ada yang lemah, ada yang kaya,
ada yang miskin, dan seterusnya. Demikian pula Allah Subhanahu wa Ta’ala
ciptakan manusia dengan keahlian dan
Kepandaian yang berbeda-bedapula. Manusia adalah makhluk sosial yang
tidak bisa hidup sendiri. Manusia membutuhkan kebersamaan dalam kehidupannya.
Semua itu adalah dalam rangkasaling memberi dan saling mengambil manfaat. Orang
kaya tidak dapat hidup tanpa orang miskin yang menjadi pembantunya, pegawainya,
sopirnya, dan seterusnya. Demikian pula orang miskin tidak dapat hidup tanpa
orang kaya yang mempekerjakan dan mengupahnya.
Tanpa bantuan manusia lainnya, manusia
tidak mungkin bisa berjalan dengan tegak. Dengan bantuan orang lain, manusia
bisa menggunakan tangan, bisa berkomunikasi atau bicara, dan bisa mengembangkan
seluruh potensi kemanusiaannya.
Dapat disimpulkan, bahwa manusia
dikatakan sebagai makhluk sosial, karena beberapa alasan, yaitu:
a.
Manusia tunduk pada aturan, norma sosial.
b.
Perilaku manusia mengharapkan suatu penilaian dari orang lain.
c.
Manusia memiliki kebutuhan untuk berinteraksi dengan orang lain
d.
Potensi manusia akan berkembang bila ia hidup di tengah-tengah manusia.
Telah berabad-abad konsep manusia sebagai makhluk sosial itu ada yang
menitikberatkan pada pengaruh masyarakat yang berkuasa kepada individu. Dimana
memiliki unsur-unsur keharusan biologis, yang terdiri dari:
1.
Dorongan untuk makan.
2.
Dorongan untuk mempertahankan diri.
3.
Dorongan untuk melangsungkan jenis.
Dari tahapan diatas menggambarkan bagaimana individu dalam
perkembangannya sebagai seorang makhluk sosial dimana antar individu merupakan
satu komponen yang saling ketergantungan dan membutuhkan. Sehingga komunikasi
antar masyarakat ditentukan oleh peran oleh manusia sebagai makhluk sosial.
Dalam perkembangannya manusia juga
mempunyai kecenderungan sosial untuk meniru dalam arti membentuk diri dengan
melihat kehidupan masyarakat yang terdiri dari:
1.
penerimaan bentuk-bentuk kebudayaan, dimana manusia menerima
bentuk-bentuk pembaharuan yang berasal dari luar sehingga dalam diri manusia
terbentuk sebuah pengetahuan.
2.
penghematan tenaga dimana ini merupakan tindakan meniru untuk tidak
terlalu menggunakan banyak tenaga dari manusia sehingga kinerja manusia dalam
masyarakat bisa berjalan secara efektif dan efisien. Pada dasarnya, kewajiban manusia sebagai
makhluk sosial adalah sebagai berikut :
1. Menghilangkan gangguan-gangguan pada
diri sendiri.
Setiap individu manusia hendaknya selalu
berusaha agar tidak suka untuk melakukan fitnah, berdusta, menghinakan dan
merendahkan oranglain. Selain itu, harus berusaha agar jangan sampai berbuat
yang merugikan orang lain. Suatu contoh misalnya : merusak tanaman, membunuh
atau melukai binatang peliharaan tanpa alasan dan sebab, mengambil barang milik
orang lain dengan jalan yang tidak sah dan benar
2. Berlaku baik terhadap orang lain.
Setiap orang islam harus berusaha agar
dapat berbuat baik pada orang lain, sekalipun orang itu buruk perangai atau
sikapnya.
Dalam dalil hadits Nabi dijelaskan :
“Sesungguhnya di atara seburuk-buruk
manusia ialah orang yang ditinggalkan orang lain karena kejahatannya”, (HR.
Bukhari-Muslim)
Islam mengajarkan perihal pencapaian
kesejahteraan dan perdamaian dalam hidup bermasyarakat baik antara perorangan
maupun secara berkelompok. Oleh sebab itu orang Islam harus mampu menjadi
pelopor dalam pembinaan perdamaian yang menuju ketentraman bagi masyarakat.
Dalam hadits Nabi diriwayatkan :”hindarilah
prasangka, karena prasangka itu adalah berita yang paling bohong. Jangan saling
mencari keburukan-keburukan orang, jangan suka mengorek-korek rahasia orang
lain, jangan saling menyaingi, dan jangan saling membenci, dan jangan saling
marah dan jangan saling acuh tak acuh, Jadilah kamu semua sebagai hamba Allah
yang bersaudara”. (HR. Bukhari-Muslim)
Dari keterangan hadits di atas, dapat
ditarik kesimpulan bahwa, ketentraman hidup bermasyarakat itu didorong oleh
hati yang baik dan amal yang baik pula. Maka dalam hal ini yang dipandang oleh
Allah bukanlah dari segi rupa atau harta dan wajah, tetapi yang dipandang dan
diperhitungkan adalah justru hati dan amaliahnya.
Peran yang hendaknya dilakukan seorang
khalifah atau manusia sebagaimana yang telah ditetapkan Allah, diantaranya
adalah :
1.
Belajar (surat An naml : 15-16 dan Al Mukmin
:54) ; Belajar yang dinyatakan pada ayat pertama surat al Alaq adalah
mempelajari ilmu Allah yaitu Al Qur’an.
2.
Mengajarkan ilmu (al Baqoroh : 31-39)
3.
Membudayakan ilmu (al Mukmin : 35 ) ; Ilmu yang
telah diketahui bukan hanya untuk disampaikan kepada orang lain melainkan
dipergunakan untuk dirinya sendiri dahulu agar membudaya. Seperti apa yang
telah dicontohkan oleh Nabi SAW.
Hidup menurut konsep islam bukan hanya
kehidupan duniawi semata, tetapi berkelanjutan sampai pada kehidupan ukhrowi
(alam akherta). Dan apa yang kita
lakukan selama di dunia, maka itulah yang akan kita petik di akherat nanti.
Hidup di dunia ini merupakan terminal
dari perjalanan kehidupan manusia yang panjang, mulai dari alam arwah, alam
arham, alam dunia, alam barzakh dan berakhir di alam akherat. Dan untuk bisa
berakhir dengan happy ending salah satunya adalah dengan mendapat ridho dari
Allah SWT. Dan inilah yang menjadi tujuan hidup manusia yaitu mencari ridho
Allah SWT. yang direalisasikan dalam bentuk perjuangan menjalankan tugas dan
fungsi gandanya tersebut.
Sumber: https://panghegar007.blogspot.com/2016/01/manusia-sebagai-makhluk-sosial-menurut.html
Tidak ada komentar:
Posting Komentar