Senin, 06 Januari 2020

Manusia Makhluk Belajar/Tugas 12

Manusia Makhluk Belajar
Dalam kesempatan kali ini, saya akan membahas tentang "Manusia Makhluk Belajar." Menurut kalian, apasih maksud dari penjelasan tersebut? Nah saya akan menjelaskan nya. Manusia adalah makhluk yang dianugerahi akal pikiran. Manusia, karena memiliki akal pikiran, maka dalam pendidikan manusia dijuluki “Animal Educandum”, artinya manusia adalah makhluk yang dapat dididik. 
Manusia terlahir sebagai makhluk yang suci sebagaimana sabda rasulullah SAW yang artinya“setiap anak terlahir dalam keadaan fitrah orang tuanyalah yang menjadikannya sebagai yahudi atau nasrani atau majusi.”  Sebagai makhluk yang suci, kita harus senantiasa belajar menuntut ilmu agar mendapatkan banyak pengetahuan yang banyak dan bermanfaat.
Ilmu merupakan sesuatu yang sangat penting dalam kehidupan ini, setiap waktu manusia membutuhkan ilmu untuk menjalani hidupnya, sebagaimana perkataan Imam Ahmad Bin Hambal “Manusia sangat berhajat pada ilmu lebih daripada hajat mereka pada makanan dan minuman, karena manusia berhajat pada makanan dan minuman sehari sekali atau dua kali akan tetapi manusia berhajat pada ilmu sebanyak bilangan nafasnya”. 
Akan tetapi ilmu yang bermanfaat dan paling penting adalah mempelajari al-Qur’an dan sunnah serta memahami makna kandungan keduanya dengan pemahaman para sahabat, tabi’in-tabi'in. Karena dengan ilmu kita bisa beribadah yang benar sehingga akan mengantarkan kita kepada surga Allah Subhanahu wa Ta’ala. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
مَنْ سَلَكَ طَرِيقًا يَلْتَمِسُ فِيهِ عِلْمًا سَهَّلَ اللَّهُ لَهُ طَرِيقًا إِلَى الجَنَّةِ
Barang siapa yang menempuh perjalanan untuk mencari ilmu, maka akan Allah mudahkan jalannya menuju surga.” (HR. Muslim).
Untuk itu betapa pentingnya pendidikan terhadap setiap insan agar nantinya  melahirkan generasi yang baik. Allah telah mewajibkan kepada setiap muslim dan muslimat untuk selalu menuntut ilmu sebagaimana sabda rasulullah SAW yang berbunyi: “menuntut ilmu adalah kewajiban bagi setiap muslim dan muslimat.” Lalu, kenapa kita mesti ragu untuk menimba ilmu.

Banyak sekali keutamaan yang akan di dapat bagi para penuntut ilmu diantaranya adalah:
a.       Allah akan mengangkat derajat orang yang menuntut ilmu
b.      Jalan menuju surga Allah
c.       Malaikat akan membentangkan sayap untuk penuntut ilmu
d.      Ilmu adalah amalan yang tidak terputus amalannya
Sungguh allah begitu sangat memuliakan sekali para penuntut ilmu. Bersemangatlah untuk selalu menimba ilmu agar dapat meraih keutamaan tersebut.

Menuntut ilmu tidak hanya dapat di lakukan ketika kita duduk di bangku perkuliahan saja. Akan tetapi ilmu dapat kita dapatkan dimana saja,kapan saja dan dengan siapa saja. Contohnya saja ilmu tentang menanam jagung kita dapat mendapatkan ilmu tersebut langsung dari petani jagung tanpa harus menuntut ilmu di bangku kuliah. Ini pertanda bahwa ilmu allah itu begitu luas sekali. sebagai seorang hamba yang beriman maka alangkah baiknya kita untuk menuntut ilmu tersebut tanpa memandang siapa yang berbicara tapi lihatlah apa yang di bicarakan. Jadikanlah ilmu tersebut sebagai sarana untuk dapat mendekatkan diri pada yang Maha Kuasa.

Banyak sekali kata mutiara yang dapat menyemangati kita para penuntut ilmu agar menuntu ilmunya lebih bergairah kembali. Di antaranya adalah:
1.      Tuntutlah ilmu dari buaian sampai ke liang lahat
2.      Ilmu lebih utama daripada harta
3.      Belajar adalah sikap berani menantang segala ketidakmungkinan bahwa ilmu yang tak dikuasai akan menjelma di dalam diri manusia menjadi sebuah ketakutan, belajar dengan keras hanya bisa dilakukan oleh sesorang yang bukan penakut. ( Anwar Fuadi)

            Terakhir kali tak lupa saya mengingatkan khususnya pada diri sendiri dan umumnya pada pembaca sekalian untuk selalu menggenjot motivasi belajar agar derajat kita dapat naik satu tingkat dengan yang tidak menuntut ilmu. Ingatlah, bahwa ilmu yang kita pelajari selain bermanfaat untuk diri sendiri ilmu tersebut akan bermanfaat pula untuk orang lain. Ilmu yang bermanfaat untuk orang lain nantinya akan terhitung sebagai amal jariyah yang akan membantu kita di saat tak ada lagi yang mampu membantu selain amal kebaikan.
           
Sumber: http://syamilbali.blogspot.com/2015/10/manusia-adalah-makhluk-belajar_15.html

Tidak ada komentar:

Posting Komentar