KEBENARAN
DAN KEBETULAN
Jika ditelaah
kebenaran menurut KBBI adalah suatu hal yang sesuai dengan keadaan yang
sesungguhnya, sedangkan kebetulan adalah hal atau kejadian yang terjadi dengan
tidak sengaja seperti . Perlu diketahui bahwa sebenarnya kebenaran dan
kebetulan memiliki pengertian yang berbeda. Makna Kebenaran atau AL-HAQ secara secara
etimologi Lafadz "hak" memiliki beberapa arti yaitu, Ketetapan dan
kepastian, sebagaimana disebutkan dalam QS Yaasin ayat 7 :
”Sesungguhnya
telah pasti berlaku perkataan (ketentuan Allah) terhadap kebanyakan mereka,
karena mereka tidak beriman”
Dapat
disimpulkan bahwa kebenaran adalah hal atau kedaan yang dapat dipertanggung
jawabkan adanya, sedangkan kebetulan belum tentu dapat dipertanggung jawabkan
adanya. Seperti halnya contoh, kebenaran ada yang bersifat mutlak yang
datangnya dari ketetapan atau kebenaran Allah SWT.
Dan katakanlah: " Kebenaran itu datangnya
dari Tuhanmu; maka barangsiapa yang ingin (beriman) hendaklah ia beriman, dan
barangsiapa yang ingin (kafir) biarlah ia kafir. QS Al-Kahfi : 29
“Sesungguhnya
telah datang kebenaran kepadamu dari Tuhanmu, sebab itu janganlah sekali-kali
kamu temasuk orang-orang yang ragu-ragu”. QS Yunus : 94
Ada juga
kebenaran sementara yang artinya kebenaran ini dibuat oleh manusia mengenai tradisi atau ilmu pengetahuan dan
oleh orang penting tentang hukum. Kebenaran ini sifatnya masih sementara atau
dapat berubah sesuai dengan hasil penelitian. Kebenaran sementara dapat dihapus
semua, digabungkan antara penemuan yang baru dan lama, atau tetap dengan hasil
penelitian lama karena hasilnya lebih baik dari penelitian yang baru. Artinya
mereka-mereka yang belum yakin terhadap kebenaran yang datangnya dari Allah
akan membuktikannya terlebih dahulu sebelum mereka benar-benar mempercayainya.
Kebenaran
yang berkaitan dengan penemuan-penemuan disebut dengan kebenaran ilmiah.
Kebenaran ilmiah contohnya sama seperti kisah nabi adam dan revolusi manusia
yang awalnya berbentuk kera terus menjadi manusia. Allah menjelaskan bahwa manusia
diciptakan dari tanah liat. Setelah terbentuk kemudian dimasukkan roh kedalamnya.
Dan Allah menciptakan manusia pertama yaitu Nabi Adam yang langsung berupa
manusia, sedangkan dalam ilmu pengetahuan dijelaskan bahwa manusia tercipta
karena yang awalnya kera berevolusi menjadi manusia.
Perkembangan
berikutnya bisa dilihat di Surat An Nisaa’ ayat 1.
“Wahai
manusia! bertakwalah kepada tuhan mu yang telah menciptakan kamu dari diri yang
satu(Adam), dan( Allah) menciptakan pasangannya (Hawa) dari (diri)nya; dan dari
keduanya Allah memperkembangbiakkan laki laki dan perempuan yang banyak.
Bertakwalah kepada allah dengan nama-nya kamu saling meminta dan (perihalalah)
hubungan kekeluargaan. Sesungguhnya Allah selalu menjaga dan mengawasimu”.
Dari diri
nabi Adam lalu diciptakan isterinya, kemudian mereka berkembang biak sampai
banyak. Dan sampai sekarang tidak berubah,
tidak terjadi revolusi.
“Hai
sekalian manusia, bertakwalah kepada Tuhan-mu yang telah menciptakan kamu dari
seorang diri, dan dari padanya Allah menciptakan isterinya; dan dari pada
keduanya Allah memperkembang biakkan laki-laki dan perempuan yang banyak. Dan
bertakwalah kepada Allah yang dengan (mempergunakan) nama-Nya kamu saling
meminta satu sama lain, dan (peliharalah) hubungan silaturrahim. Sesungguhnya
Allah selalu menjaga dan mengawasi kamu.” (Qs 4:1)
Dan
terakhir kebenaran ilmiah mengenai penciptaan manusia di surah At-Tin ayat 04
Allah berfirman
“Sesungguhnya
Kami telah menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya” (QS. At- Tin:04)
Sudah jelas
dalam Al-Qur’an bahwa Allah menciptakan manusia sudah dalam bentuk yang
sebaik-baiknya jadi manusia itu tidak sama dengan kera dan hewan yang lainnya.
Jadi, kesimpulannya adalah Allah telah menciptakan kita dengan kebenaran sebagai
umat manusia sesuai yang dijelaskan pada Al-Qur’an.
Sedangkan
arti kebetulan adalah sesuatu yang tidak dengan sengaja terjadi, di dalam
akidah Islam tidak ada yang dikatakan sebagai kebetulan kerana semuanya
merupakan takdir daripada Allah SWT. Setiap yang berlaku sekecil mana sekalipun
tidak terlepas daripada khodrat Allah SWT. Akan tetapi boleh katakan kebetulan
yang dimaksudkan oleh orang kita ialah berbetulan dengan takdir, dalam artian yang
berbetulan dengan takdir atau tidak sengaja tidak sesuai dengan rencana kita.
Dengan perkataan yang lain ialah sesuatu yang di luar kemampuan kita berlaku
dan berbetulan dengan apa yang telah ditakdirkan oleh Allah SWT.
Ulama
membagikan perbuatan kita kepada dua, pertama disebut sebagai ikhtiari dan
kedua disebut sebagai idthirori. Ikhtiari ialah yang kita lakukan dengan
pilihan kita dan usaha kita seperti kita memilih untuk memakan nasi atau roti.
Maka ini di dalam kawalan kita. Adapun idthirori ialah sesuatu yang di luar
bidang kuasa kita yang berlaku dengan ketentuan Allah SWT seperti kelilipan
mata dan sebagainya.
Sumber:
Tidak ada komentar:
Posting Komentar