Rabu, 11 September 2019

Kebenaran Dan Kebetulan /Tugas 01


KEBENARAN DAN KEBETULAN

Jika ditelaah kebenaran menurut KBBI adalah suatu hal yang sesuai dengan keadaan yang sesungguhnya, sedangkan kebetulan adalah hal atau kejadian yang terjadi dengan tidak sengaja seperti . Perlu diketahui bahwa sebenarnya kebenaran dan kebetulan memiliki pengertian yang berbeda. Makna Kebenaran atau AL-HAQ secara secara etimologi Lafadz "hak" memiliki beberapa arti yaitu, Ketetapan dan kepastian, sebagaimana disebutkan dalam QS Yaasin ayat 7 :
”Sesungguhnya telah pasti berlaku perkataan (ketentuan Allah) terhadap kebanyakan mereka, karena mereka tidak beriman”
Dapat disimpulkan bahwa kebenaran adalah hal atau kedaan yang dapat dipertanggung jawabkan adanya, sedangkan kebetulan belum tentu dapat dipertanggung jawabkan adanya. Seperti halnya contoh, kebenaran ada yang bersifat mutlak yang datangnya dari ketetapan atau kebenaran Allah SWT.
 Dan katakanlah: " Kebenaran itu datangnya dari Tuhanmu; maka barangsiapa yang ingin (beriman) hendaklah ia beriman, dan barangsiapa yang ingin (kafir) biarlah ia kafir. QS Al-Kahfi : 29
Sesungguhnya telah datang kebenaran kepadamu dari Tuhanmu, sebab itu janganlah sekali-kali kamu temasuk orang-orang yang ragu-ragu”. QS Yunus : 94
Ada juga kebenaran sementara yang artinya kebenaran ini dibuat oleh manusia  mengenai tradisi atau ilmu pengetahuan dan oleh orang penting tentang hukum. Kebenaran ini sifatnya masih sementara atau dapat berubah sesuai dengan hasil penelitian. Kebenaran sementara dapat dihapus semua, digabungkan antara penemuan yang baru dan lama, atau tetap dengan hasil penelitian lama karena hasilnya lebih baik dari penelitian yang baru. Artinya mereka-mereka yang belum yakin terhadap kebenaran yang datangnya dari Allah akan membuktikannya terlebih dahulu sebelum mereka benar-benar mempercayainya.
Kebenaran yang berkaitan dengan penemuan-penemuan disebut dengan kebenaran ilmiah. Kebenaran ilmiah contohnya sama seperti kisah nabi adam dan revolusi manusia yang awalnya berbentuk kera terus menjadi manusia. Allah menjelaskan bahwa manusia diciptakan dari tanah liat. Setelah terbentuk kemudian dimasukkan roh kedalamnya. Dan Allah menciptakan manusia pertama yaitu Nabi Adam yang langsung berupa manusia, sedangkan dalam ilmu pengetahuan dijelaskan bahwa manusia tercipta karena yang awalnya kera berevolusi menjadi manusia. 
Perkembangan berikutnya bisa dilihat di Surat An Nisaa’ ayat 1.
“Wahai manusia! bertakwalah kepada tuhan mu yang telah menciptakan kamu dari diri yang satu(Adam), dan( Allah) menciptakan pasangannya (Hawa) dari (diri)nya; dan dari keduanya Allah memperkembangbiakkan laki laki dan perempuan yang banyak. Bertakwalah kepada allah dengan nama-nya kamu saling meminta dan (perihalalah) hubungan kekeluargaan. Sesungguhnya Allah selalu menjaga dan mengawasimu”.
Dari diri nabi Adam lalu diciptakan isterinya, kemudian mereka berkembang biak sampai banyak. Dan sampai sekarang tidak berubah,  tidak terjadi revolusi.
 “Hai sekalian manusia, bertakwalah kepada Tuhan-mu yang telah menciptakan kamu dari seorang diri, dan dari padanya Allah menciptakan isterinya; dan dari pada keduanya Allah memperkembang biakkan laki-laki dan perempuan yang banyak. Dan bertakwalah kepada Allah yang dengan (mempergunakan) nama-Nya kamu saling meminta satu sama lain, dan (peliharalah) hubungan silaturrahim. Sesungguhnya Allah selalu menjaga dan mengawasi kamu.” (Qs 4:1)
 Dan terakhir kebenaran ilmiah mengenai penciptaan manusia di surah At-Tin ayat 04 Allah berfirman
“Sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya” (QS. At- Tin:04)
Sudah jelas dalam Al-Qur’an bahwa Allah menciptakan manusia sudah dalam bentuk yang sebaik-baiknya jadi manusia itu tidak sama dengan kera dan hewan yang lainnya. Jadi, kesimpulannya adalah Allah telah menciptakan kita dengan kebenaran sebagai umat manusia sesuai yang dijelaskan pada Al-Qur’an.
Sedangkan arti kebetulan adalah sesuatu yang tidak dengan sengaja terjadi, di dalam akidah Islam tidak ada yang dikatakan sebagai kebetulan kerana semuanya merupakan takdir daripada Allah SWT. Setiap yang berlaku sekecil mana sekalipun tidak terlepas daripada khodrat Allah SWT. Akan tetapi boleh katakan kebetulan yang dimaksudkan oleh orang kita ialah berbetulan dengan takdir, dalam artian yang berbetulan dengan takdir atau tidak sengaja tidak sesuai dengan rencana kita. Dengan perkataan yang lain ialah sesuatu yang di luar kemampuan kita berlaku dan berbetulan dengan apa yang telah ditakdirkan oleh Allah SWT.
Ulama membagikan perbuatan kita kepada dua, pertama disebut sebagai ikhtiari dan kedua disebut sebagai idthirori. Ikhtiari ialah yang kita lakukan dengan pilihan kita dan usaha kita seperti kita memilih untuk memakan nasi atau roti. Maka ini di dalam kawalan kita. Adapun idthirori ialah sesuatu yang di luar bidang kuasa kita yang berlaku dengan ketentuan Allah SWT seperti kelilipan mata dan sebagainya.


Sumber:

Tidak ada komentar:

Posting Komentar